Cogito, Ergo Sum

Blogger news

Friday, March 14, 2014

On 6:31 AM by Zufar M Ihsan in ,    No comments

-In his classic 1864 adventure story Journey to the Centre of Earth, the French novelist imagined a vast ocean deep within the planet’s bowels. University of Alberta scientists have found the first direct evidence that he wasn’t far off.
“The original idea is a Jules Verne idea, isn’t it?” laughs geologist Graham Pearson. “One hundred years later it turns out to be pretty much true – except you can’t really stand around and see the water.”
In a paper published in the journal Nature, Pearson and his co-authors describe how a Brazilian diamond originating at least 400 kilometres down has yielded the only surface sample ever found of a deep-Earth mineral and provides the first concrete proof for a long-held theory about how the planet works.
“We found it by accident,” Pearson says. “It was really a bit of blue-sky research.”
Pearson’s lab studies diamonds. One of its scientists was trying to date a stone from a region of Brazil where the gems are known to have originated in a so-called transition zone between the Earth’s upper and lower mantle, between 400 and 600 kilometres deep.
The researcher found a mineral inside the diamond, but couldn’t identify it. He was about to move on when one of his colleagues walked in and realized it was ringwoodite.
“That was a eureka moment.”
Ringwoodite, thought to be one of the main constituents of the Earth’s mantle, is only stable at pressures deep underground equivalent to 150,000 times surface atmospheric pressure. The only previous examples of it came from meteorites and the bit in Pearson’s lab – 40 millionths of a metre long – is the first found at the Earth’s surface.
“The beauty is it’s trapped in diamond,” Pearson says. “The diamond is this amazing material that can withstand huge, intense internal pressures. The diamond is such a strong host it doesn’t allow the ringwoodite to expand.”
Once the scientists realized what they had, they knew they had a golden opportunity to test a theory about water in the deep underground.
Researchers have long suggested that minerals such as ringwoodite have the ability to store water molecules locked within their crystal structure. Pearson and his colleagues, for the first time ever, had a chance to look inside an actual sample.
Sure enough, their tiny chip of ringwoodite was about one per cent water by weight. Over the uncountable millions of tonnes of ringwoodite in the Earth’s mantle, it adds up – and makes a big difference.
Thermal spikes from even deeper underground can “torch off” water from transition-zone rocks, says Pearson. Scientists theorize such releases of water can destabilize upper layers, sometimes resulting in volcanoes on the surface.
“Water exerts a huge influence on the strength of rocks and their melting temperatures. It can remove very large thicknesses of the plate beneath continents.
“Water’s the reason that the interior of the Earth flows so well and it’s also the reason why we see a lot of melting of the deep Earth evident at the Earth’s surface – volcanoes.”
Pearson says the finding confirms a generation of theorizing and mathematical models, and opens up new ways of understanding Earth’s geology. It’s also, he says, a good example of how science really works.
“It’s an example of why you can’t just do applied science all the time,” he says. “A lot of really fundamental discoveries are made by accident, but you’ve got to be doing the science in the first place. It stifles innovation if all you do is applied science.”
Written by:
EDMONTON — The Canadian Press

Source:

Thursday, March 13, 2014

On 8:01 AM by Zufar M Ihsan in ,    No comments
Lubang Hitam

-Kesalahpengertian tentang horizon peristiwa, terutama horizon peristiwa lubang hitam, adalah bahwa mereka merepresentasikan permukaan tak dapat berubah yang menghancurkan benda apapun yang mendekatinya. 

Pada kenyataannya, semua horizon peristiwa nampak memiliki jarak tertentu dari pengamat , dan benda yang dikirim ke suatu horizon peristiwa tidak pernah tampak menyeberanginya dari sudut pandang pengamat yang mengirim benda tersebut (karena kerucut cahaya peristiwa yang melewati horizon tidak pernah berpotongan dengan garis dunia pengamat). Mencoba membuat sebuah benda yang mendekati horizon tersebut tetap diam di tempat dari pengamat memerlukan gaya yang besarnya menjadi tak terbatas (menjadi tak terhingga) dengan semakin dekatnya benda tersebut.

Untuk horizon peristiwa yang dilihat oleh pengamat yang mengalami percepatan seragam di ruang kosong, horizon tersebut nampak berada pada jarak tetap dari pengamat tersebut bagaimanapun lingkungannya bergerak. Mengubah-ubah percepatan pengamat tersebut dapat menyebabkan horizon itu nampak bergerak dengan berjalannya waktu, atau dapat menghalangi adanya horizon peristiw, tergantung fungsi percepatan yang dipilih. Perngamat itu tidak pernah menyentuh horizon tersebut, dan tidak pernah melalui tempat horizon tersebut tampak berada.

Untuk horizon yang dilihat oleh penghuni alam semesta De Sitter, horizon tersebut selalu nampak pada jarak tetap dari pengamat tak-dipercepat. Ia tidak pernah berkontraksi, bahkan oleh pengamat yang mengalami percepatan.

Untuk horizon di sekitar lubang hitam, pengamat yang diam dari suatu benda jauh semuanya akan setuju tentang tempat horizon tersebut berada. Sementarahal ini nampak memungkinkan seorang pengamat menuruni lubang tersebut pada sebuah tali untuk kontak dengan horizon tersebut, pada kenyataannya hal tersebut tidak bisa dilakukan. Jika pengamat tersebut turun sangat lambat, maka, dari kerangka acuan pengamat itu, horizon tersebut tampak sangat jauh, lebih banyak tali yang diperlukan untuk mencapai horizon itu. Jika pengamat tersebut didahului turun oleh pengamat lain dengan cepat, maka pengamat pertama, dan beberapa tali dapat menyentuh bahkan menyeberangi horizon peristiwa (pengamat kedua) itu. Jika tali tersebut diikat erat pada ikan yang dikeluarkan pengamat itu, maka gaya sepanjang tali meningkat tanpa batas dengan mendekatnya mereka pada horizon itu, dan pada satu titik tali tersebut pasti putus. Lebih jauh lagi, putusnya tali itu pasti terjadi tidak pada horizon peristiwa tersebut, tetapi pada titik dimana pengamat kedua dapat mengamatinya.

Mencoba menancapkan batang yang kaku melalui horizon peristiwa lubang itu tidak bisa dilakukan: jika batang tersebut diturunkan sangat lambat, maka ia selalu terlalu pendek untuk menyentuh horizon peristiwa itu, karena kerangka koordinat dekat ujung batang itu sangat termampatkan. Dari sudut pandang pengamat di ujung batang itu, horizon peristiwa tetap jauh dari jangkauan. Jika batang tersebut diturunkan dengan cepat, maka masalah yang sama terjadi: batang tersebut pasti patah dan patahannya pasti jatuh.

Keanehan ini hanya terjadi karena anggapan bahwa pengamat tersebut diam ditempat dari beberapa pengamat lain yang jauh. Pengamat yang jatuh ke lubang itu bergerak dari pengamat jauh, dan maka melihat horizon itu berada di lokasi lain, kelihatan menjauh di depan mereka hingga mereka tidak pernah kontak dengannya. Gaya pasang-surut yang meningkat (dan tumbukan akhir dengan singularitas gravitasi lubang hitam itu) adalah satu-satunya efek yang dirasakan di tempat tersebut. Sementara hal ini nampak membolehkan pengamat yang jatuh mengirim informasi dari benda di luar horizon yang mereka lihat, kenyataannya horizon tersebut menjauh dalam jumlah cukup kecil hingga pada waktu pengamat yang jatuh itu menerima sinyal dari tempat jauh ke dalam lubang itu, mereka sudah menyeberangi apa yang dilihat oleh pengamat yang jauh sebagai horizon, dan peristiwa peneriman ini (dan pemancaran ulang) tidak bisa dilihat oleh pengamat jauh.

Diambil dari Wikipedia